Cerpen Cinta – Ugly To Be Beautiful

Entah mengapa di sekolah, sifatku berubah 180 derajat. Di sekolah aku menjadi pribadi yang berbeda, menjadi seorang yang pendiam, diajak ngomong gak nyambung, dan tingkahku seperti orang bodoh. Aku tak mengerti dengan apa yang terjadi padaku, apakah aku bisa merubah diriku menjadi lebih baik?

“Woe Alina! Pinjem pulpen dong” seru Dina
“Hah, apa? Oh pulpen ya? Nih pulpennya” kataku
“Makasih, lain kali otak tuh diasah biar fokus! Hahaha!” kata Alvina
“Ah kamu mah jahat sama aku, kamu kan tau gimana keadaanku” kata Ayna dengan nada sedih
“Iya iya maaf deh, aku cuma bercanda Al, lagipula kamu kan sahabatku dari kecil, aku tau kok sifat kamu yang sebenarnya” sahut Alvina sambil tersenyum
“Makasih ya udah ngertiin aku” sahutku sambil tersenyum
“Woe temen-temen, jangan ngajak Alina ya! Orang bodoh mah jangan diajak atuh” teriak Kevin
“Heh mentang-mentang lu famous, jangan seenaknya dong hina-hina orang!” seruku
“Oh ternyata lu juga bisa marah ya, kagum gue hahaha” kata Kevin

“Kamu gak papa kan Al?” tanya Alvina menghampiriku ke kamar mandi sekolah
“Alv, gue udah gak tahan kayak gini, gue pingin buat “gebrakan” baru dalam hidup gue, bantuin gue” kataku sambil bersedih
“Hmm ok, nanti pulang sekolah ikut gue ya” kata Alvina
“Emangnya mau ke mana?” tanyaku
“Pokoknya ikut aja sama gue!” seru Alvina

Pulang sekolah…
“Al, ayo ikut gue!” kata Alvina sambil menarik tanganku
“Ehh mau ke mana?” tanyaku

“Mbak, ada lulur, hand body, masker muka, masker ramnut dan catokan untuk curly rambut?” tanya Alvina di toko kosmetik
“Ada, ini mbak, ini produk yang paling bagus ya, ya wajar kalo harganya agak mahal” kata penjaga toko
“Iya mbak, saya juga sering belanja di sini kok, jadi saya tau harga-harga produknya hehehe” kata Alvina
“Makasih mbak sudah berbelanja di sini” kata penjaga toko

“Woe, siapa yang bayar semuanya?” tanyaku
“Gue” sahut Alvina dengan enteng
“Dari mana lu dapet uang sebanyak itu?” tanyaku
“Udah gak usah bawel, itu tadi toko nyokap gue, gue tadi pake voucher buat belanja di sana” kata Alvina

“Ehh ada Alina, dipakai ya lulurnya, biar gak diejek temen-temenmu” kata nyokap Alvina
“Alv, lu cerita ya sama nyokap lu tentang bully-an di sekolah?” tanyaku
“Iya, habisnya gue udah gak tahan lihat lu dibully terus” kata Alvina
“Sante aja sama tante Al, tante support kamu kok, kamu kan udah tak anggap seperti anak sendiri” kata nyokap Alvina
“Makasih tante” kataku memeluk nyokapnya Alvina

*tilulit tilulit*
“Halo mah” kataku
“Alina, cepat pulang ya, Mama punya surprise buat kamu” kata Mamaku
“Oke mah” kataku
“Tante, Alvina aku pulang dulu ya, udah disuruh pulang nih sama Mama”
“Gue anter ya” kata Alvina
“Gak usah Alv, gue kan bawa motor” kataku
“Hati-hati ya nak, kalo ada tikungan jangan ditabrak ya hahaha” kata nyokap Alvina
“Hahaha iya Tante” kataku

“Eh anakku sudah pulang, tutup mata ya, Mama mau kasih sesuatu sama kamu” kata Mama

“Nak sekarang buka matanya ya” kata Mama
“Wahh bajunya bagus banget, banyak pula. Eh tapi ini kok ada buku panduan “Tips Tidak Grogi Di Sekolah?” tanyaku
“Kamu kan sering kayak orang tulalit di sekolah, ya udah Mama beliin deh buku gitu” kata Mama
“Makasih ya mah, Mama selalu ngertiin aku” kataku sambil memeluk Mamaku
“Sama-sama nak” kata Mama

Keesokkan harinya…
“Gimana, udah lu pake semua produk kecantikan yang gue kasih?” tanya Alvina
“Udah, tapi kok gak mau putih ya?” tanyaku
“Sabar Al, paling seminggu lagi lu bakal cantik, percaya sama gue” kata Alvina
“Yang nama Alina itu gak bakalan bisa cantiklah, hahaha!” kata Kevin
“Eh ikut-ikutan aja nih anak, siapa juga yang ngomong sama elu!” kata Alvina
“Udah Alv, gak usah diladenin” kataku
“Eh tumben lo gak marah gue ejek, biasanya juga lo marah” kata Kevin
“O aja ya kan” kataku

*kringgggg*
“Selamat pagi anak-anak, ibu punya tugas kelompok untuk kalian, tugasnya nari berpasangan ya, kelompoknya akan ibu bagi” kata Bu Guru
“Alina, kamu sama Kevin ya” kata Bu Guru
“Buk, mendingan saya sama Alvina buk” kata Kevin
“Tidak bisa! Pokoknya ibu mau kamu sama Alina, titik!” teriak Bu Guru
“Iya deh bu” kata Kevin
“Minggu depan kita praktek” kata Bu Guru
“Baik bu!” sahut semuanya serempak

“Woe, sekarang kita latihan di rumah gue!” teriak Kevin
“Enak aja, mending di rumah gue, adem banyak anginnya wekk!” teriak Alina
“Woe jangan pada ribut, mending di rumah gue aja, sekalian gue mau latihan sama Alfian” kata Alvina
“Iya mending di rumah Alvina” kata Alfian
“Ayo kita otw” kata Alvina

“Eh Alina, Kevin, kalian masuk duluan ya, gue kebelet kencing” kata Alvina
“Eh gue mau ngambil kunci motor dulu ya, kunci gue ketinggalan di motor gue” kata Alfian
“Iya, jangan lama-lama ya, gue gak mau lama-lama sama Kevin” kataku
“Ih siapa juga yang mau lama-lama sama lu” kata Kevin

“Eh Alfian, kunciin pintunya ya, biar mereka gak bisa keluar” kata Alvina
“Eh lu matiin lampunya ya” kata Alfian
“Sip!” kaya Alvina

“Lho kok gue gak bisa ngelihat, gelap banget” teriak Alina
“Jelaslah, lampunya kan mati bodoh!” kata Kevin
“Alvinaaaaa!!! Di mana lu?” teriak Alina

Entah mengapa secara spontan gue meluk Kevin.
“Kevin gue takut!!!” teriakku
“Tenang Al, gue ada disini kok, gue jamin lu gak bakalan kenapa-napa” kata Kevin
“Ayo kita keluar, cepet buka pintunya!” kataku
“Bentar” kata Kevin
“Eh ini kok gak bisa dibuka? Eh Al lu minggir ya, biar gue dobrak pintunya” kata Kevin

*brakkkkkk*
“Kevin lu gak papa?” tanya Alina
“Gak papa kok, sante aja” kata Kevin
“Cieee yang berduaan!” seru Alvina dan Alfian
“Heh pasti lu berdua sengaja ngerjain kita kan?!” tanya Alina
“Enggak kok!” seru Alvina dan Alfian
“Tuh kan jawabnya aja barengan, pasti kalian berdua yang punya rencana jail kayak gini” kata Alina
“Udahlah gak usah dibahas, ayo latihan” kata Kevin

“Mama, kok aku kayaknya udah putihan ya?” tanyaku
“Emang kok, Mama curly ya rambutmu, biar makin cantik” kata Mama

20 menit kemudian…
“Udah selesai nak” kata Mama
“Wah wajahku kok agak beda ya, serasa oplas hehehe” kataku

*kringgggg*
Alvina: cie udah cantik sekarang, tadi nyokap lu nge-pap
Alina: hehehe, eh ternyata Kevin tuh orangnya baik ya
Alvina: ciahh tiba-tiba ngomongin Kevin, ente naksir ye
Alina: lah kan gue cuma bilang dia baik, bukan berarti gue naksir
Alvina: eh udah dulu ya, gue mau nge-date sama Alfian, bye!
Alina: ciah udah jadian niyee, longlast ye
Alvina: hehehe iya, bye sista!

Keesokan harinya…
“Wahh Alina cantik banget” kata Alfian
“Ih apaan sih, biasa aja kok” kata Kevin
“Alvinaaaaa! Thanks ya udah bantuin gue jadi cantik”
“Sama-sama, gue seneng deh lihat lo seneng gini” kata Alvina

“Kamu Alina ya?” kata Nathan
“Iya, kak Nathan tumben nyari aku, ada apa ya?” tanya Alina
“Aku kan besok mau tanding basket, besok kamu dateng ya!” kata Nathan
“Serius nih kak?” kataku
“Seriuslah, besok kakak jemput” kata Nathan
“Siplah” kata Alina

“Alvinaaaaa!! Gue seneng banget hari ini! Besok kak Nathan ngajak gue nonton dia tanding basket!” seru Alina
“Ciee satu persatu mulai mendekat, lama-lama Kevin suka nih sama lu” kata Alvina
“Kok Kevin sih? Yaelah gak usah ngomongin dia napa” kataku
“Iye maaf” kaya Alvina

Keesokan harinya…
“Hay Al, ayo kita berangkat” kata Nathan
Di perjalanan aku tidak mengucapkan sepatah katapun karena saking geroginya, ya wajar lah ya namanya juga orang jatuh cinta hehehe.

“Alina, lu sama siapa kesini? Tumben gue ngelihat lu nonton basket” kata Kevin
“Gue ke sini sama kak Nathan, btw kak Nathan ganteng ya, hehehe”
“Kak Nathan lu dibilang ganteng sama Alina!” teriak Kevin
“Woe jangan norak woe!” seruku
Kak Nathan pun hanya tersenyum padaku.
“Ya ampun senyumannya manis banget” kataku
“Ih Si Alina apaan sih, norak banget” kata Kevin dalam hati
“Kak Nathan semangat!” teriak Alina

“Kak tadi mainnya bagus banget, selamat ya kak!” kataku
“Makasih ya dik” kata Nathan
“Bagusan juga gue” kata Kevin
“Ih apaan sih lo, nyaut aja!” kataku

Keesokan harinya…
Di Kantin
“Alvina, kok gue ngerasa nyaman ya kalo deket Kevin” kata Alina
“Berarti lo itu suka sama Kevin” kata Alvina
“Gue bilang ya sama Kevin” kata Alfian
“Eh jangan dong” kata Alina
“Kemarin gue kan pergi sama kak Nathan, gue sengaja manas-manasin si Kevin tuh, eh tapi Kevinnnya malah gak cemburu, huh!” kataku
“Pffttt.. Hahahaha!” kata Alvina sambil memuncratkan minumannya
“Hahahaha lucu lo Al!” kata Alfian
“Woe ngomongin apaan nih, kayaknya seru banget” kata Kevin menghampiri kami
“Eeee gue mau ke kelas dulu ya, bentar lagi bel masuk nih, bye guys!” kataku pergi ke kelas
“Ih kok Alina aneh banget sih, kesambet kali tuh anak” kata Kevin

*kringgggg*
“Selamat pagi anak-anak, hari ini praktek nari ya, siapa yang mau maju duluan?” tanya Bu Guru
“Alina aja buk” kata Alfian
“Eh gue gak mau, lu aja yang maju duluan!” seru Alina
“Iya Alina dan Kevin, silahkan maju ke depan!” kata Bu Guru
“Musik!” seru Kevin
Mataku hanya fokus menatap matanya, hatiku seketika berdegup kencang ketika berada di dekatnya.

“Wah, tarian kalian bagus sekali, kompak sekali! Chemistry-nya juga dapet” kata Bu Guru
“Terimakasih Bu!” seru Kevin dan Alina serempak

*kringgggg*
“Anak-anak silahkan istirahat” kata Bu Guru
“Wah tadi kalian kompak banget” kata Alvina
“Kan Kevin pinter nari, ya jadinya bagus gini deh” kata Alina
“Ah kamu juga bagus kok” kata Kevin
“Ciee ngomongnya pake aku kamu” kata Alvina

“Hay Al, nanti malem dinner di cafe maju mundur jam 7 ya” kata Nathan
“Hm iya deh kak, nanti jemput aku ya” kata Alina
“Pake dinner segala, sok romantis banget sih” kata Kevin dalam hati
“Eh lu itu sebenarnya ada hubungan apa sih sama kak Nathan?” tanya Kevin
“Hm temen aja kok, tapi bentar lagi gue bakal jadian ma dia hehehe” kata Alina
“Oh” kata Kevin

“Eh bro, ngapain lu bengong?” kata Alfian
“Itu si Alina kayaknya mau jadian sama kak Nathan” kata Kevin
“Terus apa hubungannya sama elu?” tanya Alfian
“Ya gak ada sih” sahut Kevin
“Gini deh kalo lu emang beneran cinta sama Alina, perjuangin dia! Gue titip ya sahabat gue ke elu, jaga dia baik-baik” kata Alvina menghampiri Kevin
“Eh ada elu Alv” kata Kevin
“Gak usah mengalihkan pembicaraan, tunggu apalagi, nanti sebelum jam 7 lu harus udah ada di cafe maju mundur” kata Alvina
“Makasih ya Alfian, Alvina udah support gue” kata Kevin sambil tersenyum

“Eh itu Kevin kalo gagal ngejar Alina gimana?” tanya Alfian
“Tenang aja, kak Nathan gak bakal nembak Alina kok” kata Alvina
“Kok gitu?” tanya Alfian
“Jadi selama ini aku yang nyuruh kak Nathan buat pura-pura deketin Alina supaya Kevin cemburu” kata Alvina
“Wah pinter juga kamu ya, jadi bangga deh punya pacar kayak kamu” kata Alfian
“Ah kamu bisa aja” kata Alvina

“Al, ayo kita berangkat” kata Nathan
“Tunggu!!!” teriak Kevin
“Kevin?” kata Alina
“Al, aku mau ngomong sesuatu” kata Kevin
“Mau ngomong apa?” kata Alina
“Sebenarnya gue… suk… suka sama lu, will you be mine, Al?” kata Kevin
Hati gue seketika berdegup kencang seperti disambar petir.
“Maaf Kev, gue gak mau” kata Alina
“O ya udah gak papa, kak Nathan tolong jagain Alina ya, semoga kamu bahagia sama Alina” kata Kevin
“Eh Kevin tunggu!” kata Alina
“Aku belum selesai ngomong Kevin. Gue gak mau nolak jadi pacar lu!” kata Alina memeluk Kevin
“Ciee akhirnya rencana gue berhasil” kata Nathan
“Hah, maksudnya?” tanya Alina
“Jadi gue sengaja deketin lu supaya Kevin cemburu, ini Alvina yang nyuruh ya” kata Nathan
“Ah Alvina ada-ada aja, makasih ya kak udah “comblangin” kita” kata Alina
“Hehehe sama-sama” kata Nathan


Cerpen Karangan: Ayu Riana
Facebook: facebook.com/dewaayuriana


Tinggalkan komentar